QR Code merupakan suatu jenis matriks kode atau barcode dua dimensi yang dibuat dan dikembangkan oleh Denzo Wave yang pada waktu itu merupakan sebuah divisi Denso Corporation, sebuah perusahaan Jepang yang masih merupakan bagian dari Toyota group. QR di sini merupakan kependekan dari quick response, sebuah harapan dari pembuatnya bahwa kode ini akan cepat di-decode. Tidak seperti barcode yang hanya satu sisinya saja yang mengandung data, QR Code mempunyai dua sisi yang berisi data, dan ini membuat QR Code lebih banyak memuat informasi dibandingkan bar code. Kapasitas data untuk QR Code dibandingkan matriks kode yang lain dapat dikatakan cukup besar, yaitu dapat menampung 7.089 data numerik, 4.296 data alphanumerik, 2.953 data biner, atau 1.817 karakter kanji, dengan dukungan kecepatan pendekodean dan ukuran cetak yang kecil. Hasil cetakan QR Code dikatakan juga tahan terhadap kerusakan sampai dengan 30% agar tetap dapat dibaca. Selain itu, QR Code dapat dibaca dari segala arah dengan hasil yang sama sehingga meminimalkan kesalahan baca akibat salah poisisi QR Code. QR Code misalnya, dapat menampung informasi berupa URL suatu website yang nantinya dapat digunakan pada majalah, iklan, atau media lainnya, sehingga ketika seorang pengguna handphone berkamera dan mempunyai aplikasi pembaca QR Code dapat langsung men-scan dan masuk ke website yang dimaksud tanpa perlu mengetikkan alamatnya (Maseko, 2008)
Ulasan diatas membuat saya terpikir akan ide proses pembelian mobile application melalui handphone dengan pembaca QR Code. Prosesnya, pembeli akan membeli QR Code secara online dari web atau manual di took penjual apliaksi mobile melalui buku dengan daftar aplikasi dan QR Code-nya. Setelah transaksi selesai dan pembeli mendapat QR Codenya, pembeli dapat memotretnya dan memrosesnya dengan aplikasi pembaca QR Code. QR Code akan bersisi kode aktivasi dan kode instruksi yang diproses pembaca QR Code untuk meminta server penjual mobile application mengirim otomatis mobile application ke hanphone pembeli atau dengan kata lain, pada saat itu handphone si pembeli sedang mendownload mobile application tersebut. Jika terjadi kegagalan, pembeli dapat memproses kembali QR Code dan mendownload aplikasi tersebut berapa kali pun, namun hanya dengan handphone dimana QR Code tersebut petama kali diproses. Aplikasi yang telah didownload dapat langsung diinstall dan secara otomatis teraktivasi dengan kode aktivasi yang ada pada QR Code.
Demikian sebuah ide implementasi QR Code. Jika ada masukan dan kritikan dipersilahkan untuk komentar. Atas kesediannya membaca tulisan ini, saya ucapakan terima kasih.



